Tampilkan postingan dengan label Positive Thinking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Positive Thinking. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2014

Kisah Anjing Kecil dan Seribu Cermin

Ada seekor anjing kecil yang selalu bermuka muram sedang berjalan-jalan sambil cemberut.  Tiba-tiba ia melihat sebuah rumah yang pintunya terbuka, dan tertarik untuk masuk ke dalamnya. 

Ternyata di dalam rumah itu terpasang 1000 cermin. 

Betapa kagetnya si anjing kecil ketika memasuki rumah itu, ia melihat ada banyak sekali anjing yang melihatnya dengan ekspresi terkejut. 

Karena merasa terancam, ia pun menyalak ke arah anjing-anjing tersebut. Rupanya anjing-anjing itu membalas menyalak ke arahnya.  Ia tidak tahu bahwa semua anjing itu adalah pantulan dirinya sendiri melalui cermin-cermin di depannya. Karena takut, anjing kecil itu pun lari keluar dari rumah itu.

Di luar rumah anjing yang ketakutan itu bertemu dengan seekor anjing lainnya yang sedang berlari-lari kecil, tersenyum dengan hati gembira.  Anjing kecil yang sedang gembira itu juga tertarik untuk masuk ke rumah itu. 

" Rumah ini sungguh mengerikan ! " kata si anjing yang ketakutan itu.
"O ya, mengapa ?" tanya si anjing kecil yang baru datang.

Si anjing yang pertama tadi bercerita tentang apa yang dialaminya di dalam rumah tadi.  Tetapi ceritanya itu tidak menyurutkan keinginan anjing kecil yang gembira itu untuk mencoba masuk ke dalam rumah yang terbuka itu. 
Anjing kecil berhati riang memasuki rumah dengan gembira.  Di dalam rumah ia melihat banyak sekali anjing-anjing kecil seperti dirinya yang menyambutnya dengan meloncat-loncat kecil dan tersenyum gembira.  Ia pun mengibas-ngibaskan ekor dan melompat dengan riang.

" Wah, menyenangkan sekali di sini ! " kata anjing kecil berhati riang itu.  Apa yang dikatakan anjing tadi sama sekali tidak ditemuinya di dalam rumah itu. 

------------------ Refleksi diri :

Kehidupan ini serupa dengan rumah 1000 cermin itu.  Hidup ini sesungguhnya merefleksikan dari bagaimana cara kita menghadapi kehidupan ini.  Ketika kita berpikir bahwa hidup ini  susah, ada banyak orang jahat yang bersekongkol untu menghancurkan kita, atau pikiran negatif lainnya, maka realita seperti itulah yang akan kita temukan. 

Kalau kita menghadapi kehidupan dengan bersikap positif dan optimis, maka kehidupan ini akan terasa menyenangkan dan banyak hal yang dapat dinikmati dalam hidup ini.

Berhentilah murung, cemberut dan " menyalaki " hal-hal di sekitar kita !

Mari kita memperbaik mental, sikap dan cara pandang kita. 
Rasakanlah sensasi rumah 1000 cermin yang luar biasa dahyatnya ketika kita memberi senyum padanya, 1000 senyuman berbalik untuk kita  ! 

Jumat, 17 Mei 2013

Selalu Ada Kelebihan dalam Kekurangan

Alkisah di Cina ada seorang ibu tua yang memiliki 2 buah tempayan yang selalu digunakannya untuk mengambil air di sungai yang letaknya cukup jauh dari rumahnya.  Setiap kali akan mengambil air, ia memikul kedua buah tempayan itu di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.

Salah satu tempayan itu retak, sehingga sesampai di rumah, air dalam tempayan itu hanya tinggal setengah.  Sedangkan tempayan satunya tanpa cela dan, sehingga air yang diambil tetap utuh, penuh. Setiap kali ibu tua itu mengambil dua tempayan air, setelah menempuh perjalanan yang panjang, sesampainya di rumah ia hanya mendapatkan satu setengah tempayan. 

Hal itu berlangsung terus menerus selama bertahun-tahun.  Tempayan utuh merasa sangat bangga atas prestasi yang dicapainya.  Sementara tempayan retak menjadi malu dan sedih.  Ia tidak pernah bisa memenuhi kewajibannya. Ia merasa gagal.  

Dengan rasa malu, si tempayan retak mendatangi si ibu tua dan menyampaikan perasaannya. 
"Aku malu, sebab setiap kali Ibu mengambil air, aku tidak pernah mempertahankan air utuh sampai di rumah.  Air selalu bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju rumahmu," demikian tempayan retak berkata dengan nada sedih.

Ibu tua itu tersenyum dan berkata,  "Tidakkah engkau melihat bunga beraneka warna di jalur yang engkau lalui, namun tidak ada di jalur yang dilalui oleh tempayan utuh ? Aku sudah tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu, dan setiap hari dalam perjalanan pulang engkau menyirami benih-benih itu. Selama bertahun-tahun aku dapat memetik bunga-bunga cantik itu untuk menghias meja di rumahku. Kalau engkau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seindah ini, sebab tidak ada bunga."

------------------- refleksi

Cerita di atas memang bukan kisah nyata.  Tetapi kita dapat melihat dalam kehidupan nyata banyak sekali cerita tentang orang dengan segala kekurangannya tetapi dapat menjadi "orang besar" yang dalam kekurangannya dapat memberikan manfaat bagi hidup orang lain.

Hellen Keller yang buta dan tuli, tetapi dapat memberi inspirasi bagi banyak orang yang menderita tuli dan bisu untuk mengikuti jejaknya, berkarya meraih cita-cita bahkan sudah banyak yang menjadi sarjana.



Nick Vujicic, terlahir tanpa tangan dan kaki, tetapi dapat mengguncang dunia dan memberi semangat bagi banyak orang untuk tidak menangisi dan tenggelam dalam kekurangan.  Ia malah dapat lebih terkenal dari orang dengan tubuh yang sempurna.  Ia bahkan dapat lebih bermakna bagi orang lain. 



Masih banyak daftar "orang terkenal" yang dapat kita lihat dengan jelas memiliki kekurangan.  Tetapi juga kita dapat melihat dengan jelas bahwa mereka dapat memberi makna bagi dirinya, bagi lingkungannya dan bagi sejarah dunia.

Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing.  Ada yang sangat terlihat jelas, adapula yang tidak terlihat oleh orang lain. Tak seorang pun di dunia dapat menjadi tempayan yang sempurna tanpa cacat.  Kita memiliki keretakan dan kekurangan, tetapi itulah yang menjadikan hidup kita bersama menyenangkan dan memuaskan. Kita harus dapat menerima kekurangan setiap orang (termasuk kekurangan kita sendiri) apa  adanya, dan mencari yang terbaik dalam diri mereka (dan diri kita sendiri). Karena kita pun pasti punya banyak kelebihan.  

"Jangan menangisi keretakan kita, tetapi marilah menyirami benih-benih di sekeliling kita menjadi bunga yang indah dan harum."

GBU

 


Jumat, 23 Maret 2012

Musim dan Kehidupan

Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya pergi ke hutan untuk melihat sebuah pohon pir di waktu yg berbeda.

Anak pertama disuruhnya pergi pada saat musim DINGIN,
anak ke 2 pada musim SEMI,
anak ke 3 pada musim PANAS,
dan yang ke 4 pada musim GUGUR.

Sepulang dari hutan, keempat anak menyampaikan cerita kepada ayahnya
Anak pertama berkata, " Pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok."

Anak kedua berkata, " Pohon itu dipenuhi kuncup-kuncup hijau yang menjanjikan."
Sedangkan anak ketiga berkata, " Pohon itu dipenuhi dgn bunga-bunga yang menebarkan bau harum.
Tetapi anak keempat tidak setuju dengan pendapat saudaranya, dan berkata, "Pohon itu penuh dengan buah yang matang dan ranum."
Sang ayah kemudian berkata,
Kalian semua benar, hanya saja kalian melihat di waktu yg berbeda."
Ayahnya berpesan, "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit saja."
Ketika kamu sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan. Jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial...

Ingatlah, kamu berharga di mata TUHAN, tdk ada istilah "nasib sial" bagi orang percaya!

Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya...

Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil di musim gugur.

"Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan.  Selalu ada pengharapan yg baru.