Sabtu, 04 Mei 2013

Berbeda Sudut Pandang

Seorang gadis kecil asyik bermain di lantai.  Di sebelahnya, ibunya duduk di kursi sedang menyulam sehelai kain.  Ketika anak kecil itu menengadah ke atas, ia tertarik melihat apa yang dikerjakan ibunya.  Benang beraneka warna disulamkan di atas sehelai kain.  Ia tertarik dengan warna-warni benang itu, tetapi tidak mengerti untuk apa ibunya membuat sulaman itu.  Baginya, ibunya sedang membentuk sulaman-sulaman ruwet dari benang berwarna-warni. 

          "Apa yang sedang Ibu lakukan ?” tanya anak kecil itu kepada ibunya.

“Ibu sedang menyulam sebuah taplak meja, Sayang.  “ jawab ibunya sambil tetap melanjutkan sulamannya.

“Mengapa sulaman Ibu kali ini sangat semrawut.  Taplak meja kita yang Ibu sulam selalu indah.” kata gadis kecil itu lagi.


Ibunya tersenyum memandang anaknya dan berkata lembut, "Anakku, lanjutkanlah permainanmu.  Nanti setelah selesai, aku akan memanggilmu untuk melihat hasilnya.”
Si Ibu melanjutkan kembali pekerjannya. 

Gadis kecil itu kembali bermain, tetapi di dalam hatinnya masih penuh tanda tanya. Mengapa ibunya menggunakan benang berwarna – warni yang indah, tetapi mengapa ibunya menyulamnya dengan begitu semrawut.  Sesekali ia mencuri pandang, tetapi ibunya tetap menyulam, yang menurut pandangannya sangat semrawut. 

Beberapa saat kemudian, ia mendengar suara ibunya memanggil, "Anakku, mari kesini dan duduklah di pangkuan ibu."

 Dengan rasa tidak sabar, gadis kecil itu berlari ke pangkuan ibunya.  Dan apa yang dilihatnya ?  Beraneka warna bunga-bunga, kupu-kupu, dengan latar belakang pemandangan dan matahari yang indah sekali.  Berbeda sekali dengan apa yang dilihatnya ketika ia melihat dari lantai, ibunya menyulamnya dengan sangat rapi dan teratur. 

             “Ibu, indah sekali ! kata si gadis kecil dengan terkagum-kagum.  “Berbeda sekali dengan apa yang aku lihat tadi dari balik sulaman ini.” Kata si gadi kecil sambil membalik sulaman itu dan menunjukkan pada ibunya apa yang dia lihat tadi dari lantai.

               Dengan tersenyum ibunya berkata, “Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau, tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola.  Ibu menyulam sedikit demi sedikit mengikuti pola yang sudah direncanakan itu.  Ibu menyulamnya dengan hati-hati agar menghasilkan sulaman yang indah dan rapi. Sekarang, dengan melihatnya dari atas, kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan, apa yang ingin ibu hasilkan. 

------ Refleksi


 
Seringkali di dalam hidup kita, kita bertanya mengapa hidup yang kita jalani begitu rumit, ruwet dan penuh permasalahan.  Seringkali kita mempertanyakan kepada Tuhan : 

"Ya Tuhan, mengapa hidupku begini.  Apa yang rencanaMU dalam hidupku ?"
“Mengapa aku mengalami banyak permasalahan seperti ini”

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang timbul di benak kita. 

Tuhan sedang menyulam kehidupan kita.  Mungkin saat ini kita tidak mengerti.  Hidup kita penuh permasalahan dan keruwetan.  Kita tidak mengerti apa maksud Tuhan membuat semuanya itu terjadi di dalam kehidupan kita.  Rencana kita bukan rencana Tuhan, jalan kita bukan jalan Tuhan.

Tuhan sudah merencakan pola hidup kita. Tuhan sudah memiliki rencana yang baik bagi kita.  Terkadang kita tidak mengerti, terutama bila jalan hidup yang kita tempuh terasa sulit, penuh keruwetan dan permasalahan.  Kita tidak dapat memandang indahnya sulaman Tuhan dalam hidup kita.  
Satu hal yang perlu kita tanamkan di hati, bahwa rencana Tuhan tidak pernah rencana yang buruk.  Mungkin kita tidak bisa melihatnya sekarang, bisa jadi itu baru kita mulai dapat sedikit demi sedikit memahaminya kemudian. 

Suatu saat nanti, ketika IA memanggil kita ke sorga dan mendudukkan kita di pangkuanNYA, mungkin barulah kita dapat memahami dan dapat melihat rencanaNYA yang indah bagi kita.   Ketika saat itu tiba, kita dapat memandang dengan cara yang sama . 

1 komentar:

  1. Mohon maaf diluar topik Bunda, kami sedang mencari Reseller & Dropshipper Pakaian Bayi dan Anak
    Kami menawarkan berbagai produk dengan harga sangat sangat bersaing.

    Silahkan Bunda kunjungi Online Shop Baju Bayi dan Anak kami di:
    web: bajubajubayi.blogspot.com
    facebook : Baju Baju Bayi

    BalasHapus